Home » News » Bincang Seru “Pancasila Di Mata Milenial” Bersama Kang Nugraha, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung
Bincang Seru “Pancasila Di Mata Milenial” Bersama Kang Nugraha, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung


Tanggal satu juni kemarin merupakan hari peringatan lahirnya Pancasila. Seluruh warga Indonesia wajib hukumnya untuk menanamkan ideologi Pancasila pada dirinya. Tetapi di era globalisasi seperti sekarang banyak anak muda yang tidak mencerminkan bahwa mereka memahami apa itu Pancasila. Mereka banyak termakan oleh berita hoax yang beredar di social media. Kita harus bijak dalam menggunakan dalam menggunakannya. Jangan jadikan social media sebagai ancaman tetapi jadikan social media sebagai sarana untuk menyebarkan norma-norma Pancasila. Kita sebagai milenial harus memfilter apa yang kita dapatkan dari social media jangan kita telan mentah-mentah harus kita kaji dulu sebelumnya. Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Bandung H. Achmad Nugraha, DH, SH, harus ada kerja sama oleh kominfo untuk membatasi konten konten yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila. Tidak hanya itu di Indonesia sekarang kerap terjadi perundungan. Padahal Pancasila mengajarkan kita sebagai warga bernegara harus menjalin hubungan yang harmonis antara umat berbangsa. Disitu lah peran guru untuk mendidik muridnya tentang norma norma Pancasila, tidak hanya dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan atau yang biasa lebih kita kenal dengan PPKN tetapi semua pelajaran yang ada di sekoalah harus diselipkan pembelajaran kewarganegaraan. Wakil Ketua DPRD Kota Bandung H. Achmad Nugraha, DH, SH mengatakan Pancasila ini harus menjadi persatuan yang hakiki, negara kita ini isinya ada dari barbagai suku, agama dan negara kita juga memiliki banyak budaya, jadi semuanya harus Bersatu tidak boleh membeda-bedakan kita semua ini saudara, saudara satu bangsa indonesia. Jadi kita harus belajar toleransi kepada semua orang dan kita juga harus menghindari terjadi perundungan yang ada di sekitar kita karena itu tidak mencerminkan norma yang ada di Pancasila. Dalam Pancasila ditanamkan bahwa kita harus menumbuhkan rasa saying kepada sesama dan saling membantu satu sama lain. Di masa sekarang gotong royong sudah jarang terlihat, tidak seperti zaman dahulu, mereka membantu sama lain, untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Mungkin ini terjadi karena perkembangan teknologi dan adanya globalisasi, manusia menjadi seseorang yang individualis tidak mementingkan orang lain. Zaman sekarang juga banyak supporter bola yang terlalu fanatic dengan klub bolanya tersebut, sehingga Ketika klub bolanya kalah, supporter bola itu langsung mengajak rebut supporter lawan yang menang, itu merupakan degradasi moral Pancasila. Didalam Pancasila dijelaskan bahwa kita harus menyayangi sesame, kita harus hidup dalam damai. Lagi pula dalam permainan bola kita harus bermain secara suportif. Dan dalam Pancasila suportifitas itu dijunjung tinggi. Pada tanggal satu kemarin DPRD mengadakan upacara untuk seluruh anggotanya. Upacara ini diadakan sebagai ajang intropeksi diri, apakah kita sudah mengamalkan Pancasila dengan baik atau belum. Jika belum maka sebagai wakil rakyat harus mencoba mengamalkan Pancasila pada masyarakat. Sebagai orang yang dilihat sebgai panutan para rakyat mereka harus mencontohkan yang baik kepada rakyatnya. Apalagi sekarang banyak milenial yang tertarik untuk bergabung kedalam partai prolitik dan terjun langsung untuk memimpim rakyat. Melihat itu Achmad Nugraha merasa senang dan bangga karena melihat semangat anak muda untuk melanjutkan jejaknya dalam menjadi wakil rakyat. Ia berpessan untuk menjadi wakil rakyat, kita harus memahami ideologi yang dipegang Indonesia, yaitu Pancasila. Selain memahami anak muda juga harus mengimplementasikannya juga. Jangan hanya mengerti lalu bersiskap abai kepada Pancasila. Dan jika ingin menjadi waking rakyat anak muda harus punya visi misi dan tujuan yang jelas. Jangan hanya untuk gaya dan dilihat tinggi oleh orang lain. Upaya pemerintah untuk menanamkan ideologi Pancasila sejak dini adalah melaksanakan bela negara di sekolah sekolah yang ada di Indonesia. Hal itu bertujuan untuk menamkan dan mengajarkan untuk mempertahankan negara dan memperangi penyimpangan ideologi dan lain- lain. sehingga anak muda yang masih acuh terhadap Pancasila mengerti dan tidak acuh Kembali kepada Pancasila. Harapan Wakil Ketua DPRD tersebut semoga anak muda memahami Pancasila sebagai warga Indonesia. Dan juga kita harus mematuhi dan berbakti kepada orang tua. Karena patuh kepda orang tua adalah fondasi dasar untuk memahami Pancasila. Orang tua berperan penting dalam pembentukan karakter tersebut. Dan kepada orang tua, sebagai orang tua harus mengedukasi anaknya dalam memahami lima sila yang ada di dalam Pancasila.