Home » News » Ngobrolin Ekonomi Kreatif di Bandung Bersama Kang Tedy Ketua DPRD Kota Bandung
Ngobrolin Ekonomi Kreatif di Bandung Bersama Kang Tedy Ketua DPRD Kota Bandung


Menurut undang-undang no. 24 tahun 2019 tentang ekonomi kreatif bertujuan untuk mengoptimalkan kreativitas sumber daya manusia yang berbasis warisan budaya, ilmu pengetahuan, dan/atau teknologi. Bandung sebagai gudang dari orang orang kreatif mencakup seluruh aspek dari pengertian ekonomi kreatif tersebut. Menurut ketua DPRD Kota Bandung, H. Tedy Rusmawan, AT., M.M ekonomi kreatif adalah ekonomi yang substansinya berbasis dengan ide dan gagasan. Banyak orang-orang kreatif lahir dari kota Bandung. Pemerintah mengajak anak muda yang mempunya ide dan kreativitas untuk mengembangkan perekonomian kreatif yang ada di Bandung ini, karena hampir 2,5 juta penduduk yang ada di kota Bandung 60% diantaranya merupakan anak muda. Bandung juga memiliki brand Creative City untuk pariwisatanya disebut Urban Tourism. DPRD Kota Bandung memiliki visi dan misi untuk membentuk pariwisata yang kreatif, berbudaya dan berakhlak mulia. Menurut Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari atau yang lebih akrab dipanggil Teh Kenny, Bandung ini sudah cocok dengan visi misi yang dibuat oleh DPRD. Dalam upaya mengembangkan ekonomi kreatif yang ada di Kota Bandung, DRPD Kota Bandung yang bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kota Bandung, memberikan fasilitas dan berupaya melindungi karya-karya anak bangsa, khusunya karya anak muda Bandung. Setiap tahunnya DPRD Kota Bandung dan Disbudpar memfasilitasi kurang lebih 200 pengerajin e-craft. Jadi untuk anak muda yang ingin mengembangkan usaha kreatifnya bisa datang ke Disbudpar kota Bandung atau bisa juga menghubungi lewat intagram milik Disbudpar kota Bandung yaitu @disbudpar.bdg. Tapi Teh Kenny berpesan lebih baik datang langsung, karena anggota dewan sekarang sudah berbeda, semuanya berjiwa muda, jadi santai aja kalau mau datang ke Disbudpar.

DPRD Kota Bandung baru saja mengesahkan perda terkait dengan kekayaan intelektual sebuah karya dari anak Bandung. Dalam perda tersebut ditulis bahwa tugas pemerintah itu untuk melindungi dan memfasilitasi karya para pelaku ekonomi tersebut dan juga melakukan pembinaan kepada mereka yang mempunyai ekonomi kreatif. Ini merupakan perda pertama di Indonesia yang membahas tentang hal itu, karena kota yang perhatian kepada per-ekonomian kreatif ya hanya kota Bandung. Salah satu bentuk perhatian yang diberikan kota Bandung kepada pelaku ekonomi kreatif yaitu dengan dibikinnya Gedung dengan design yang bagus dan memiliki 5 lantai yaitu, Bandung Creative Hub. Kenapa Bandung Creative Hub memiliki design yang bagus? Ini dikarenakan pada tahun 2015 Bandung masuk ke dalam UNESCO sebagai Creative City dalam bidang desain. Bandung Creative Hub ini mundukung 17 sub sector dari ekonomi kreatif. Seperti salah satu sub sektornya adalah media seperti televisi dan radio. Selain itu juga Bandung Creative Hub memiliki fasilitas ruang rekaman untuk merekam musik yang kita bikin yang terletak di lantai tiga gedung Bandung Creative Hub. Banyak manfaat dalam Gedung ini untuk mengembangkan kreatifitas kita sebagai anak muda yang memiliki gagasan dan ide yang luas. Cara memanfaatkan Gedung ini, kita cukup membuat surat yang ditujukan kepada kepala unit pelayanan teknis, lalu tunggu dapat balasan. Menurut Teh Kenny, Bandung Creative Hub ini merupakan tempat inkubasi untuk para pelaku ekonomi kreatif, jadi pemerintah mengharapkan saat keluar dari Gedung itu, kita akan mendapatkan banyak ide dan informasi dari sesama pelaku bisnis kreatif dan terlebih lagi Bandung Creative Hub bisa kita gunakan secara gratis. Jadi jika ada yang ingin ditanyakan tentang perizinan atau apapun bisa datang ke Gedung Bandung Creative Hub lantai 2.

Di masa pandemi seperti ini banyak orang memilih untuk apa yang ada di online ketimbang datang langsung ke tempat. Dalam menyikapi hal itu peremerintah menyiapkan wifi gratis di taman dan kantor RW setempat. Upaya itu dilakukan untuk orang lebih mengeksplor apa yang dia suka dengan gratis dan juga Dinas Kebudayaan & Pariwisata pun memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif dengan mengadakan virtual event untuk mereka. Menariknya yang meminati lebih banyak daripada acara offline dikarenakan tidak adanya dari Bandung, tetapi orang luar Bandung, bahkan luar negeri pun bisa melihat acara yang diadakan online tersebut. Selain itu juga pemerintah berencana menyediakan working space di kecamatan-kecamatan yang ada di kota bandung. Dengan adanya working space ini pemerintah berharap semakin banyak kaloborasi yang diadakan antara anak muda dan pemerintah. Menurut Kang Teddy di era digital ini modal utama dalam memulai bisnis kreatif adalah yang dibutuhkan niat dan tekad dari diri dan berani memulai. Dari situ akan ada banyak orang yang membantu kedepannya. Dan juga DPRD Kota Bandung berharap banyak berinteraksi dengan anak muda dan jangan sungkan untuk menuangkan aspirasinya supaya bisa ditindak lanjuti kedepannya.